A.
Premature/ Preterem
1.
Pengertian
Persalinan
premature adalah terjadinya persalinan pada usia kehamilan 28- 37 minggu
dengan perkiraan berat janin antara 1000- 2500 gram. Persalinan pre
mature merupakan penyebab utama dari kematian neonatal, yaitu kira- kira 50 %
dari seluruh kematian janin.
Menurut
holmer dan de Snoo, bayi premature adalah bayi yang lahir dengan kehamilan 28-
38 minggu. Menurut greenhill, bayi premature adalah bayi yang lahir dengan berat
badan kurang dari 2500 gram. Menurut Eastmen, bayi premature adalah bayi yang
lahir dengan berat badan 1000- 2499 gram.
2.
Etiologi :
·
Toksemia
gravidarum
·
Multiparitas
·
Perdarahan
antepartum
·
Kelainan
serviks
·
Komlikasi
dari penyakit, seperti sifilis, dekompensasi kordis, rematik, penyakit ginjal
dan mioma uteri.
·
Kelainan
kongenital
·
Ketuban
pecah dini
·
Rh-
factor
·
Hidramnion
·
Gemeli
3.
Factor yang mempengaruhi prematuritas :
·
Umur
ibu, suku bangsa, social ekonomi.
·
Bakteri
uria/ infeksi saluran kencing
·
BB
ibu sebelum hamil dan sewaktu hamil
·
Antenatal
care
·
Anemia,
penyakit jantung
·
Jarak
persalinan yang terlalu dekat
·
Pekerjaan
yang terlalu berat saat hamil berat
·
Keadaan
dimana bayi terpaksa dilahirkan premature, misalnya pada plasenta previa.
Solution plasenta atau kehamilan ganda.
4.
Penanganan Persalinan Premature :
Prinsip penanganan
persalinan premature ada;ah :
·
Coba
hentikan kontraksi uterus / penundaan kelahiran
·
Persalinan
berjalan terus dan siapkan penanganan selanjutnya .
·
Upaya
menghentikan kontrsksi uterus kemungkinan obat-obatan atau tokolitik hanya
berhasil sebentar, tapi penting untuk memberikan kortikosteroid, intervensi ini
bertujuan untuk menunda kelahiran sampai bayi cukup matang untuk lahir ( 37
minggu)
Penundaan kehamilan dilakukan bila :
·
Umur
kehamilan 37 minggu
·
Pembukaan
serviks kurang dari 3 cm
·
Tidak
ada amnionitis, pre- eklamsi atau perdarahan yang aktif.
·
Tidak
ada gawat janin.
B. Post
matur
1.
Pengertian
Kehamilan
post matur adalah kehamilan yang berlangsung lebih lama dari 42 minggu,
dihitung berdasarkan rumus naegle, dengan siklus haid rata- rata 28 hari.
Selain itu ada juga yang dihitung 42 minggu dari HPHT dan ada pula dihitung 42
minggu. Partusnya disebut partus postmaturus atau serotinus dan bayinya disebut
postmaturitas atau serotinus.
2.
Etiologi :
Etiologi
pasti belum diketahui. Tapi ada yang menyebabkan faktor penyebabnya adalah
faktor hormonal, yaitu kadar progesteron tidak cepat turun walaupun kehamilan
telah cukup bulan, sehingga kepekaan uterus terhadap oksitosin berkurang.
Faktor lain adalah faktor herediter, karena postmaturitas sering dijumpai pada
suatu keluarga tertentu.
3.
Tanda-tanda bayi postmatur :
·
Biasanya
lebih berat dari bayi matur
·
Tulang
dan sutura kepala lebih keras dari bayi matur
·
Rambut
lanugo hilang atau sangat kurang
·
Verniks
kaseosa di badan kurang
·
Kuku-kuku
panjang
·
Rambut
kepala agak tebal
·
Kulit
agak pucat dengan desquamasi epitel
4.
Pengaruh terhadap ibu dan janin :
Terhadap ibu
Persalinan
postmatur dapat menyebabkan distosia karena
·
Aksi
uterus tidak terkoordinasi
·
Janin
besar
·
Molase
kepala kurang
Maka sering
dijumpai partus lama, kesalahan letak, inersia uteri, distosia bahu, dan
perdarahan postpartum. Hal ini akan menaikkan angka morbiditas dan mortalitas.
Terhadap janin
Jumlah
kematian janin atau bayi pada kehamilan 42 minggu 3kali lebih besar dari
kehamilan 40 minggu, karena postmaturitas akan menambah bahaya pada janin.
Pengaruh postmaturitas pada janin bervariasi,seperti;
Berat
badan janin dapat bertambah besar, tetap, da nada yang berkurang setelah
kehamilan 42 minggu. Ada pula yang bias terjadi kematian janin dalam kandungan.
5.
Penatalaksanaan :
·
Setelah
usia kehamilan lebih dari 40-42 minggu yang penting adalah monitoring janin
sebaik-baiknya.
·
Apabila
tidak ada tanda-tanda insufisiensi plasenta, persalinan spontan dapat ditunggu
dengan pengawasan ketat.
·
Lakukan
kolaborasi dengan dokter spesialis kandungan atau rujuk.
C. Intrauterin
Growth Retardation (IUGR)
1.
Pengertian
Retardasi
pertumbuhan intrauterine yaitu bayi yang pertumbuhannya terhambat di dalam
rahim dimana berat bayi kurang dari usia kehamilan . Diketahui 5 – 7 %
mengalami IUGR. Bayi-bayi ni berada dalam resiko tinggi dalam kematian
perinatal, asidosis neonatal, hipoglikemia, hipokalsemia, dan polisitenia.
Makin rendah berat badan lahir, makin besar kemungkinan bahaya bagi bayi
.
2.
Faktor resiko :
·
Nutrisi
buruk
·
Status
social ekonomi lemah
·
Pertumbuhan
berat badan maternal buruk
·
Berat
badan ibu sebelum kehamilan kurang dari 45 kg .
·
Zat
kimia yang teratogen
·
Kelainan
kromosom seperti trisomi
·
Infeksi
virus atau bakteri pada maternal
·
Abnormalitas
genetic
·
Kehamilan
Ganda
·
Riwayat
kehamilan IUGR sebelumnya
·
Ibu
yang merokok atau menggunakan narkotika atau peminum alcohol
·
Penyakit
pada ibu : anemia, DM, Preeklamsi, Penyakit Jantung dan penyakit vaskuler.
3.
Diagnosis
·
TFU
tidak sesuai dengan usia kehamilan
·
Peningkatan
berat badan ibu kurang atau tidak ada
·
Penurunan
cairan amnion atau cairan ketuban
·
Pemeriksaan
USG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar